Pendahuluan
Istilah “bokeh” mungkin sudah sering kamu dengar, terutama jika kamu gemar membuat video sinematik atau memotret dengan kamera DSLR. Efek latar belakang yang buram dan lembut itu kini menjadi ciri khas banyak video profesional. Tapi, tahukah kamu bahwa kata “bokeh” berasal dari bahasa Jepang dan punya makna yang lebih dalam dari sekadar efek visual?
Apa Itu Efek Bokeh dalam Video
Dalam dunia videografi, bokeh mengacu pada kualitas estetika dari area di luar fokus (out-of-focus area) dalam sebuah gambar bergerak. Efek ini membuat subjek utama terlihat tajam dan menonjol, sementara latar belakang tampak lembut, menciptakan suasana dramatis atau romantis.
Efek ini sangat populer di kalangan pembuat film, YouTuber, hingga konten kreator karena mampu memberikan kesan profesional tanpa perlu peralatan yang berlebihan.
Asal Kata “Bokeh” dari Bahasa Jepang
Kata “bokeh” (ボケ) berasal dari bahasa Jepang dan berarti “kabur” atau “buram”.
Dalam bahasa Jepang, bentuk kata kerjanya adalah “bokeru” (ボケる), yang dapat berarti “menjadi kabur”, “tidak jelas”, atau bahkan “linglung” dalam percakapan sehari-hari.
Dalam konteks fotografi dan sinematografi, istilah ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana area yang tidak fokus terlihat dalam hasil gambar atau video. Jadi, “bokeh” bukan sekadar efek, melainkan karakter visual yang memiliki nilai artistik tersendiri.
Sejarah Masuknya Istilah Bokeh ke Dunia Fotografi dan Video
Kata “bokeh” mulai populer di dunia fotografi internasional sekitar tahun 1997, ketika majalah Photo Techniques di Amerika Serikat mempublikasikan artikel yang membahas tentang kualitas blur dalam foto dengan menggunakan istilah Jepang tersebut.
Dari sanalah istilah ini menyebar luas ke dunia videografi. Para sinematografer menyadari bahwa efek bokeh bisa menghadirkan emosi visual — mulai dari ketenangan, nostalgia, hingga romantisme.
Filosofi Jepang di Balik Efek Bokeh
Bagi masyarakat Jepang, keindahan tidak selalu berarti sesuatu yang jelas dan terang. “Wabi-sabi”, salah satu filosofi estetika Jepang, mengajarkan bahwa keindahan justru bisa ditemukan dalam ketidaksempurnaan, kesederhanaan, dan kelembutan.
Efek bokeh mencerminkan filosofi itu: sesuatu yang tidak fokus, kabur, namun tetap menambah kedalaman dan emosi pada gambar. Inilah sebabnya mengapa bokeh sering disebut sebagai “puisi visual” dalam fotografi dan videografi.
Bagaimana Efek Bokeh Bekerja dalam Video
Dalam dunia sinematografi, efek bokeh dihasilkan oleh kombinasi antara bukaan lensa (aperture), jarak fokus, dan jenis sensor kamera.
Berikut beberapa faktor yang memengaruhi bokeh:
- Aperture lebar (f/1.2 – f/2.8): semakin lebar bukaan lensa, semakin buram latar belakangnya.
- Focal length panjang (50mm ke atas): menciptakan jarak fokus sempit sehingga bokeh lebih jelas.
- Sensor besar (Full Frame): menghasilkan depth of field dangkal yang memperindah efek bokeh.
Jenis-Jenis Bokeh dalam Videografi
1. Bokeh Lembut (Soft Bokeh)
Memberikan nuansa halus dan natural, cocok untuk video potret atau adegan romantis.
2. Bokeh Bentuk (Shaped Bokeh)
Dihasilkan dengan modifikasi aperture agar cahaya blur membentuk pola tertentu seperti hati, bintang, atau lingkaran.
3. Bokeh Circular (Bulat)
Paling umum ditemukan pada lensa profesional karena bentuk aperture yang simetris.
Contoh Penggunaan Bokeh dalam Video Profesional
Efek bokeh banyak digunakan dalam berbagai genre video, seperti:
- Video musik: menonjolkan artis atau instrumen utama.
- Film romantis: menciptakan suasana lembut dan fokus pada ekspresi wajah.
- Konten vlog sinematik: memberikan kesan eksklusif dan profesional.
- Iklan produk: membuat produk tampak menonjol di tengah latar yang lembut.
Teknik Membuat Video Bokeh
Berikut beberapa cara mudah menciptakan efek bokeh di video:
- Gunakan lensa aperture besar (f/1.8 atau f/2.0).
- Tempatkan subjek dekat kamera dan jauh dari latar belakang.
- Tambahkan cahaya kecil di belakang subjek untuk menimbulkan efek titik-titik cahaya buram yang indah.
- Gunakan mode manual agar kamu bisa mengatur fokus secara presisi.
Efek Bokeh di Era Digital
Dengan kemajuan teknologi, efek bokeh kini bisa dibuat secara digital menggunakan software editing seperti Adobe Premiere Pro, DaVinci Resolve, atau bahkan di smartphone dengan mode portrait video.
Berkat AI (Artificial Intelligence), kamera ponsel mampu meniru kedalaman bidang (depth of field) seperti kamera profesional — membuat hasilnya terlihat alami tanpa harus menggunakan lensa besar.
Makna Artistik Bokeh dalam Sinematografi
Bokeh bukan hanya sekadar efek visual, tetapi juga alat bercerita. Dalam film, efek bokeh bisa menggambarkan suasana psikologis karakter — seperti kebingungan, nostalgia, atau cinta.
Sutradara Jepang seperti Yasujiro Ozu dan Makoto Shinkai sering menggunakan efek ini untuk memperkuat emosi visual dalam karya mereka.
Kesalahan Umum dalam Membuat Efek Bokeh
- Menggunakan aperture terlalu kecil (f/8 ke atas) — hasilnya tidak cukup buram.
- Pencahayaan berlebihan — menyebabkan highlight bokeh terlalu silau.
- Fokus tidak stabil — bisa merusak transisi antara subjek dan latar belakang.
Bokeh di Dunia Smartphone
Banyak ponsel flagship seperti iPhone, Samsung Galaxy, hingga Google Pixel kini memiliki fitur cinematic mode, yang meniru efek bokeh layaknya kamera sinema. Teknologi ini menggunakan algoritma depth mapping untuk mendeteksi jarak dan menghasilkan blur buatan yang halus.
Kesimpulan
Istilah bokeh berasal dari bahasa Jepang bokeru (ボケる) yang berarti kabur atau buram. Dalam dunia video dan fotografi, bokeh bukan sekadar efek visual, tetapi juga bentuk seni dan ekspresi yang menambah kedalaman emosional pada karya visual.
Dengan memahami filosofi dan tekniknya, kamu bisa menghadirkan nuansa sinematik yang lebih hidup dalam setiap video yang kamu buat.
FAQ (Pertanyaan Umum tentang Video Bokeh)
1. Apa arti kata “bokeh” dalam bahasa Jepang?
Artinya “kabur” atau “tidak fokus”, berasal dari kata kerja bokeru (ボケる).
2. Bagaimana cara membuat efek bokeh di video?
Gunakan lensa dengan aperture besar, dekatkan subjek, dan berikan pencahayaan lembut di latar belakang.
3. Apakah bisa membuat bokeh dengan HP?
Bisa! Gunakan mode portrait video atau aplikasi video sinematik yang mendukung depth effect.
4. Apakah bokeh hanya untuk estetika?
Tidak. Efek bokeh juga membantu mengarahkan perhatian penonton ke elemen penting dalam video.
5. Apa perbedaan bokeh asli dan digital?
Bokeh asli dihasilkan dari optik lensa, sedangkan bokeh digital dibuat melalui pemrosesan software.

